Kamis, 16 Februari 2017

solo traveling Lombok



Solo traveling ke Lombok
Bermodalkan tekad yang kuat demi ingin keluar dari zona nyaman, sekaligus memanfaatkan waktu libur panjang kuliah. Saya memutuskan untuk pergi traveling sendirian ke pulau Lombok, sebenarnya Lombok bukanlah tujuan awal saya ingin melakukan perjalanan tapi Labuhan bajo lah yang membuat saya terpana ingin mengunjunginya. Labuhan bajo sudah saya rencanakan jauh sebelum hari libur kuliah, dalam perencanaan saya ingin pergi bersama salah seorang teman dari Flores, namun teman saya membatalkan rencananya karena masalah biaya, dan pada akhirnyanya rencana gatot alias gagal total yaah sedikit kecewa tapi itu tidak mematahkan semangat saya untuk melakuan suatu perjalanan. satu minggu sudah berlalu saat libur sudah dimulai saya pun bingung tidak ada kegiatan sama sekali yang dapat saya lakukan seorang diri. Akhirnya saya bertekad untuk mengunjungi Lombok seorang diri berbekal doa dan keyakinan yang kuat saya pun berangkat. Perjalanan yang lumayan jauh dari Bali menuju Lombok.
Dari Denpasar menuju pelabuhan Padang Bai memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Saya berangakat  menuju Pelabuhan Padang Bai pada pukul 10:21 wita dan tiba di pelabuhan Pada Pukul 11:15 wita.
Saya membeli tiket kapal seharga Rp 48.000/pelayaran(orang) namun biaya tersebut tidak termasuk dengan kendaraan yang saya bawa jadi total harga tiket kapal ferry menuju Pelabuhan Lembar,Lombok Barat menggunakan sepeda motor gol ll sebesar Rp 112.000 harga yang cukup terjangkau jika dibandingkan menggunakan transportasi udara.  Kapal dari Pelabuhan Padang bai (Bali) menuju pelabuhan Lembar(Lombok) tersedia 24 jam.  Jadi tidak perlu khawatir jika ketinggalan kapal. Dan Kapal yang saya naiki berlayar pada pukul 11:46 wita.  Saat sudah berada diatas kapal saya kaget melihat begitu banyak pedagang asongan yang memaksa untuk membeli dagangan mereka, karena saya tidak ingin membeli saya pun mengabaikannya dengan pura-pura menyibukan diri menggukan handpone.
Sesaat setelah kapal akan berangkat  para pedagang itu diperintahkan untuk turun karena telah di beri aba-aba untuk meninggalkann kapal karena kapal akan segera berlayar. Selama dalam perjalanan saya melihat ada beberpa orang memanfaatkan pelayaran mereka dengan memacing, sungguh disayangkan mereka tidak mendapatkan hasil tangkapannya, entah karena factor cuaca atau semacamnya namun cuaca ketika saya berangkat menuju Lombok sangat mendukung dan ombak tidak begitu kuat menambah ketenangan saya saat melakukan perjalanan seorang diri. Lama waktu berlayar 4-5 jam, menurut informasi yang saya dapat dari salah seorang penumpang yang sering melakukan perjalanan Bali-Lombok ia mengatakan lama watu berlayar tergantung pada cuaca dan ombak kadang bisa lebih cepat atau sebaliknya, jika beruntung anda bisa menyaksikan segerombolan lumba-lumba berenang mengikuti kapal saat sudah berada di tengah laut. Hmm namun sayangnya keberuntungan itu belum berpihak pada saya. Saat saya rasa kapal sudah berada di tengah laut lepas saya pun keluar dan menunggu cukup lama demi ingin melihat segerombolan lumba-lumba, beberapa saat kemudian betapa senangnya saya melihat dari kejauhan seekor lumba-lumba yang menampakan dirinya sungguh disayangkan ketika saya ingin mengabadikan moment tesebut lumba-lumbanya tidak muncul lagi. Sungguh disayangnkan tapi ya sudahlah, saya pun mengalihkan perhatian untuk menikmati pemandangan laut dan pulau-pulau kecil selama berlayar, Keindahan yang begitu menakjubkan.
Menunggu beberapa menit kapal akan berlabuh para penumpang pun bersiap-siap, kemudian saya pun melihat jam menunjukan pukul 15:37 wita. Salah seorang penumpang tiba-tiba berbicara kepada saya jika perjalanan hari ini bisa dikatakan begitu cepat dan pelayarannya lumayan tenang tidak seperti biasanya, saya pun merespon potisif apa yang ia katakan, sembari menunggu gerbang kapalnya dibuka kami pun mengisi dengan pembicaraan sederhana. Kapal sudah berlabuh dan gerbang sudah dibuka, saya memulai perjalanan pertama saya seorang diri. Pertama tiba saya langsung menuju objek wisata yang dekat dengan pelabuh tersebut ada beberapa tempat ojek wisata yang ada di dekat pelabuhan namun saya hanya mengunjungi salah satu objek wisata yaitu pantai Sekotong hanya sekedar berfoto kemudin saya melanjutkan perjalanan menuju ibu kota Lombok yaitu Mataram tempat pertama yang saya kunjungi di Mataram adalah Mataram Mall tempat persinggahan sementara sembari mencari penginapan yang murah di via internet, alasan sederhana saya mengunjungi Mataram mall adalah karena Mataram mall adalah satu-satunya mall yang ada di pulau Lombok. Malam sudah semakin larut akhirnya saya memilih mencari homestay di daerah Pantai senggigi akhirnya saya menemukan homestay dengan harga Rp 75.000/malam harga terjangkau dengan tempat yang seadanya dan include sarapan juga.

Keesokan harinya perjalanan saya mengelilingi pulau Lombok dimulai. Berkendara seorang diri memeberikan pilihan yang leluasa untuk saya berhenti disetiap tempat yang indah mau itu dipinggir jalan atau masuk kesebuah perkampungan. Tak  semua tempat saya masuki hanya beberapa tempat saja dikarenakan tempatnya yang jauh dan sepi, tak jarang juga ada beberapa tempat yang di posting di internet yang ingin saya jumpai saya sering tersesat karena hanya mengandalkan GPS.
  











  
Pemandangan nan hijau dan biru laut sepanjang perjalanan di Lombok utara, sungguh mempesona dan membuat saya tak henti-hentinya berhenti untuk berfoto. Saat sedang dalam perjalanan di kiri jalan saya pun melihat ada tulisan Desa wisata Segenter yang terletak di Lombok bagian Utara rasa penasaranlah membuat saya ingin mengunjugi tempat tersebut.

    
ketika sampai di desa Segenter saya melihat warga sedang ramai memasak seperti akan ada acara atau semacamnya, saya pun berhenti dan bercengkrama dengan masyarakat setempat, masyarakat dengan mayoritas penduduk beragama muslim tersebut menambah rasa penasaran saya ingin mengetahui lebih jauh mengenai desa adat Segenter. Masyarakat yang ramah dan bersahabat seperti berada dilingkungan tempat tinggal sendiri, saya pun di suguhkan secangkir kopi dan makanan ringan yang sudah mereka olah. Tak lama salah seorang ibu menjelaskan kepada saya jika mereka akan ada acara pernikahan salah seorang anggot keluarga mereka dan ketika saya disitu mereka seperti meminta saya untuk tinggal sampai acara pernikahan didesa adat itu berlangsung, tapi karena masalah waktu dan ekonomi membuat saya tidak bisa berlama-lama berada di Lombok. Sebelum saya melanjutkan perjalanan saya, ibu-ibu yang menyuguhkan saya kopi tadi menawarkan saya untuk masuk kesalah satu rumah adat mereka kemudian ia menjelaskan secara detail berbagai macam fungsi yang ada di dalam dumah adat tersebut.
     







Setelah dari Desa adat Segenter saya kembali melanjutkan perjalanan. Sampailah saya di Lombok Timur tak terasa waktu berjalan begitu cepat hari sudah menjelang malam saya pun kembali mencari penginapan, lumayan susah untuk mencari hotel atau pun penginapan di daerah Lombok Timur, karena malam sudah semakin larut saya pun kembali mengandalkan GPS lagi-lagi saya pun di buat tersesat oleh GPS kemudian saya bertanya kepada beberapa orang dijalan mengenai penginapan, dan ada beberapa orang bilang tidak ada dan ada beberapa juga yang menawari untuk menginap di rumahnya, karena tidak ingin merepotkan orang lain saya menolak secara halus. Mau tidak mau saya harus kembali mengandalkan GPS dan akhirnya saya menemukan satu-satunya homestay yang masih beroperasi didaerah tersebutu yaitu “Radiah’s Homestay”.  Saya langsung menuju homestay dan tiba di homestay pada pukul 21:13 wita, setelah tiba saya bercengkrama dan berkenalan dengan pemilik homestay  Sebelum tidur saya banyak berbicara mengenai pariwisata di Lombok kebetulan bapak dari yang punya homestay itu bekerja dibidang pariwisata Lombok timur, disitulah kami berbicara panjang lebar mengenai perkemangan pariwisata di Lombok Timur. Penginapan yang bernama Radiah’s homestay itu ternyata sering jadi persinggahan para backpacker mancanegara dihari-hari libur nasioanal atau pun pada bulan high season.  di homestay tersebut memasang tarif Rp 150.000/malam untuk turis mancanegara. Ketika saya menginap seorang diri di Radiah’s homestay, saya di minta bayar seiklasnya tapi karena saya pikir tempat tersebut jauh lebih layak dari pada tempat petama saya menginap jadi tidak mungkin saya memberinya dengan harga yang sama dan akhirnya saya membayar dengan harga Rp 100.000, begitu   banyak pelajaran yang saya dapat dari tempat itu, dan saya di beri buku tentang pariwisata di Lombok Timur sebagai oleh-oleh.


Next hari ketiga di Lombok, sebelum menuju perjalanan akhir ke Lombok tengah saya harus melihat keindahan di Lombok timur terlebih dahulu begitu banyak objek wisata di Lombok timur namun saya hanya mengunjungi salah satu tempat wisata yang terkanal yaitu pantai  pink dan tanjung ringgit karena kedua tempat tersebut berada di satu tempat jadi memudahkan saya untuk mengunjungi satu tempat tapi dengan objek yang berbeda.

  




 

 perjalanan terakhair menuju Lombok Tengah begitu eksotis dan menawan keindahan semua terpancar diatas bukit Merese itu lah tempat yang paling aku nantikan melihat hijaunya perbukitan, putih nya pasir pantai, perpaduan biru laut dan langit yang menambah pesona Lombok yang sulit untuk dilupakan.
Pergi seorang diri dapat dilakukan kapanpun, tetapi jika pergi dengan orang lain maka harus menunggunya hingga siap –Henry David Thoreau
  
Jika kau benar-benar menginginkannya seisi semesta  akan mendukungmu


“No Matter How Long This Way”

Tips solo traveling dan meminim budget
  1. Berdoa
  2. Tentukan berapa lama akan berpergian.
  3. Cari tau informasi mengenai daerah/tempat yang akan di kunjungi bisa melalui intaenet atau baca buku.
  4. Bawalah bekal dari tempat kediamanmu seperti Roti, air minum dan makanan ringan lainnya.
  5. Jika ada yang bertanya kepada mu saat dalam perjalanan menuju tempat yang ingin kamu kunjungi seorang diri. Jawablah ingin menunjungi keluarga atau teman  sebutkan kota yang terkenal di daerah tersebut.
  6. Bersikaplah sebiasa mungkin, jangan terlihat gugup atau pun bingung.
  7. Jangan terlalu banyak mendalkan GPS/google maps, boleh saja menggunakannya tapi harus di imbangi dengan bertanya kepada orang juga.
  8. Berpenamplanlah sesederhana mungkin
  9. Bersikap ramah, murah senyum dan bersahabat kepada masyarakat local. selama kamu punya niat  ‘memulai percakapan’ tiap orang di jalan adalah teman dan saudaramu.
  10. lewatilah selalu jalan utama/jalan besar yang banyak trasnportasi lain.

Sekian tips dari saya 
masukan dan saran anda sangat berarti untuk saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar